Jumat, 04 Maret 2011

Hati yang berbisik

HATI YANG BERBISIK
Bukan salah hati yang berbisik,
Mengungkapkan apa yang dirasa,
Hanya terkadang logika membeku,
Terbius es yang mengguyur mata hati,
Entah apa itu,
Sesuatu yang sulit teraba hati,
Mungkin hanya sebersit seperti kilat,
Yang menyambar hati dan mengubah pandangan,

Ini kenyataan,
Bukan berada di dunia dongeng atau istana langit,
Penuh mimpi dan angan yang membayang,
Pahit manis semua yang dirasa,
Adalah perasaan yang teraba,
Dihadapi dengan hati,

Jika ini mungkin adalah mimpi,
Aku takkan takut terjatuh,
Namun sekarang,
Jatuh bangun di dunia nyata,
Pedihnya akan terhapus ketulusan hati,
Airmata yang membuka semunya,
Ketulusan yang tiada pernah ada duanya,
Dan semua itu ada waktunya,
Saat mimpi menjadi nyata,
Saat harus bersiap jatuh karena bermimpi,

Sekali lagi,
Bukan salah hati yang berbisik,
Mencoba mengungkap perasaan yang teraba,
Membuka mata untuk menyambut angan yang membayang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar